OUTENTIK-Pemandangan dalam opening film Tenggelamnya Kapal Van der Wijc menjadi perbincangan setelah sejumlah penonton menyadari bahwa salah satu set-up gambarnya tampak sangat mirip dengan lanskap Pohon Jomblo atau sebatang pohon mangrove yang dahulu berdiri sendiri di pesisir Teluk Palu sebelum hilang akibat bencana 28 September 2018.
Dalam adegan pembuka film tersebut, terlihat siluet pohon tunggal yang berdiri di hamparan perairan dangkal dengan latar cahaya senja.
Komposisi visual itu mengingatkan masyarakat Palu pada ikon alam mereka yang sempat populer sebagai lokasi foto dan simbol ekosistem mangrove Teluk Palu.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak produksi yang mengonfirmasi bahwa pengambilan gambar dilakukan di lokasi tersebut.
Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck sendiri merupakan produksi Soraya Intercine Films dan dirilis pada 19 Desember 2013.
Film ini disutradarai oleh Sunil Soraya, dengan Ram Soraya dan Sunil Soraya bertindak sebagai produser. Skenario ditulis oleh Donny Dhirgantoro dan Imam Tantowi, diadaptasi dari novel klasik karya Buya Hamka yang mengisahkan cinta tragis antara Zainuddin dan Hayati.
Diperankan oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian, film ini mendapat sambutan luas dan menjadi salah satu adaptasi novel besar Indonesia yang paling dikenal dalam satu dekade terakhir.
Bagi warga Palu, kemiripan visual dalam film tersebut menghadirkan nostalgia mendalam terhadap Pohon Jomblo, yang kini tinggal kenangan. Pohon mangrove itu dahulu berdiri sebagai ikon kesunyian dan keunikan lanskap Teluk Palu sebelum disapu tsunami.
Adegan dalam film tersebut, meski belum pasti diambil di Palu dan hanya beberapa detik, tetap menghadirkan kembali kehangatan dan ingatan tentang keindahan yang pernah ada.











Komentar