Gubernur Paparkan Tantangan Fiskal dan Arah Pembangunan Sulteng di Hadapan Banggar DPR RI

OUTENTIK-Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., didampingi Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, memaparkan kondisi fiskal dan arah kebijakan pembangunan daerah di hadapan rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (5/11/2025).

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan tantangan keuangan daerah dan memastikan keberlanjutan program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.Dalam paparannya, Gubernur Anwar Hafid menjelaskan arah pembangunan Sulteng berpedoman pada RPJMD 2025–2030 yang dituangkan dalam Sembilan Program BERANI (Bersama Anwar–Reny).

Ia menegaskan, program tersebut mencerminkan keberanian mengambil kebijakan berorientasi rakyat, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan kelautan.

“Sembilan BERANI harga mati. Rakyat tidak boleh kehilangan pelayanan, apa pun yang terjadi,” tegas Anwar.

Ia juga mengungkapkan, pemangkasan transfer pusat tahun 2026 hampir mencapai Rp1 triliun dari total APBD Rp4,6 triliun, sementara sekitar Rp2,1 triliun terserap untuk belanja pegawai. Kondisi ini, menurutnya, membuat ruang fiskal daerah semakin sempit.

Anwar meminta pemerintah pusat mempertimbangkan pembiayaan gaji PPPK agar daerah dapat fokus pada pelayanan publik dan pembangunan masyarakat.

Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Said, mengapresiasi paparan Gubernur Anwar yang dinilai mewakili suara banyak kepala daerah.

“Apa yang disampaikan Pak Gubernur menjadi bahan penting bagi kami dan Kementerian Keuangan untuk mencarikan solusi nyata. Ini bukan persoalan Sulawesi Tengah saja, tapi nasional,” ujarnya.

Kepala DJPK Kemenkeu, Askolani, menambahkan bahwa kebijakan fiskal 2026 merupakan masa transisi pertama pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto, yang menata ulang arah belanja pusat dan transfer ke daerah. Ia menegaskan sebagian anggaran pusat akan langsung diarahkan ke masyarakat melalui program prioritas, meski berdampak pada penyesuaian dana ke daerah.

Pertemuan yang juga dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulteng itu berlangsung terbuka dan konstruktif. Menutup pertemuan, Anwar Hafid menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah.

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, DPR, dan kementerian teknis, Sulawesi Tengah akan tetap BERANI maju, meski dalam keterbatasan,” tandasnya.

Komentar