Pergatsi Sulteng Juarai turnamen Hari Kartini Dharma Wanita Persatuan DisBMPR

Outentik-Tim Triple wanita dari Pergatsi Sulteng keluar sebagai Juara dan tim Favorite pada turnamen hari Kartini yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DisBMPR) Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu 03/05/2025.

“Ini juga memperebutkan piala bergilir, jadi akan diperebutkan kembali pada tahun depan,” ujar Irmawaty Arifin Keteng, Ketua Dharma Wanita Persatuan DisBMPR Sulawesi Tengah.

Diposisi kedua ditempati oleh tim Mahadewi, Posisi Ketiga ditempati tim Waterlife dan Posisi ke empat ditempati tim Kasuari Sulteng.

Sementara tim kostum terbaik diraih oleh The Quens Parigi.

“Melihat antusias yang sangat besar, Insyaallah ke depannya bisa kami buka kejuaraan terbuka khusus wanita supaya bisa dikuti oleh tim tim dari luar Provinsi Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Selain itu, panitia juga memberikan bonus apresiasi kepada tim yang menduduki peringkat lima hingga delapan.

Sebelumnya, Dharma Wanita Persatuan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DisBMPR) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar turnamen gateball wanita dalam rangka memperingati Hari Kartini, meski digelar usai tanggal 21 April.

“Memang sengaja kami buat pada hari ini karena menunggu waktu yang pas. Meskipun Hari Kartininya sudah lewat. Tapi semangat Kartini masih kami gaungkan,” ujar Irmawaty Arifin Keteng, Ketua Dharma Wanita Persatuan DisBMPR Sulawesi Tengah.

Turnamen ini berlangsung di Lapangan Dinas Bina Marga Sulteng dan diikuti oleh 24 tim dari berbagai daerah di wilayah tersebut, Sabtu 03/05/2025.

Kategori yang dipertandingkan adalah triple wanita, dengan peserta berasal dari Sigi (2 tim), Donggala (3 tim), Parigi (3 tim), Poso (1 tim), Kota Palu (5 tim), Paguyuban BWS (2 tim), Paguyuban BPJN Sulteng (3 tim), DisBMPR (3 tim), dan DWP DisBMPR (2 tim).

Yang membuat turnamen ini unik adalah seluruh peserta diwajibkan mengenakan kebaya, bukan pakaian olahraga seperti biasanya.

Selain hadiah utama dan bonus, panitia juga menyiapkan penghargaan untuk tim dengan kostum terbaik.

“Turnamen ini menjadi simbol semangat emansipasi dan sportivitas, sekaligus bentuk pelestarian budaya di tengah kompetisi olahraga,” jelasnya.

Komentar