Balai Besar TNLL terapkan Cashless Payment diseluruh pelayanan Wisata

Outentik-Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) menerapkan sistem cashless payment atau pembayaran non-tunai untuk seluruh pelayanan wisata di kawasan TNLL.

Pembayaran tersebut menggunakan sistem Qris yang sudah diuji coba sejak 27 Januari 2025 dan resmi diterapkan pada 31 Januari 2025.

Hingga 29 Januari 2025, tercatat 509 pengunjung telah menggunakan metode pembayaran ini di loket-loket obyek wisata Telaga Tambing.

Kepala Balai Besar TNLL, Titik Wurdiningsih mengatakan, penggunaan sistem cashless payment diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko kehilangan potensi pendapatan negara dan mempermudah transaksi bagi pengunjung.

“Dengan penerapan tarif dan sistem pembayaran non-tunai ini, TNLL berharap dapat menjaga kelestarian alam sembari memberikan pengalaman wisata yang lebih baik dan lebih terorganisir bagi pengunjung,” terangnya.

Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) mulai memberlakukan tarif baru untuk pengambilan dokumentasi visual foto dan video di kawasan TNLL, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2024.

Tarif ini termasuk dalam Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Namun, untuk kegiatan pengambilan foto dan video yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi tidak dikenakan biaya, seperti untuk keperluan media sosial atau mengabadikan momen kunjungan ke kawasan TNLL,bahkan jika untuk mempromosikan keindahan TNLL itu dapat membantu kami,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu Titik Wurdiningsih.

Menurutnya,  sebelum penerapan tarif ini, pihak TNLL telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengunjung melalui obyek wisata di kawasan TNLL.

“Penerapan tarif ini tidak hanya berlaku di TNLL, tetapi juga di seluruh kawasan hutan di Indonesia. Kebijakan ini diberlakukan untuk kegiatan-kegiatan komersil, seperti videografi untuk iklan produk, film, sinetron, dan fotografi untuk promosi wisata dan produk. Kegiatan prewedding juga dikenakan tarif, karena sering melibatkan penyedia jasa, kru, dan peralatan yang cukup banyak,” jelasnya.

Komentar