Polisi selidiki kasus tewasnya warga Swiss di Kepulauan Togean

Outentik– Kepolisian Resort (Polres) Tojo Una Una masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya seorang Warga Negara Asing di Kepulauan Togean, tepatnya di Resort Dive Pristine Desa Binanguna, Kecamatan Una Una, Minggu kemarin.

WNA yang diketahui bernama Lousi Marmy (19 tahun) merupakan warga berkebangsaan Swiss.

Ia ditemukan oleh seorang pegawai pengelola alat selam Resort Ptistine di sekitaran pantai radius 100 meter di depan Resort Dive Pristine.

Menurut Kapolres Tojo Una Una AKBP Ridwan J.M. Hutagaol mengatakan, dari keterangan saksi, Lousi awalnya ditemukan di kedalaman kurang lebih 6 meter.

“WNA Lousi ditemukan oleh pegawai tersebut dengan posisi tertidur dan memakai kacamata renang, sepatu bebek, sabuk pemberat 2 Kilogran dan menggunakan celana pendek berwarna orange,” terang Kapolres, Senin 13/01/2025.

“Kemudian pegawai tersebut langsung mengangkat WNA Louisi ke permukaan dan membawa ke jembatan resort, kemudian berteriak agar WNA tersebut dapat pertolongan,” tambahnya.

Mendengar suara teriakan, manajer Resort Prestine yang sedang duduk di depan Kafe langsung menuju jembatan dan mengeluarkan barang yang digunakan korban dan melakukan pertolongan pertama, seperti periksa nadi kemudian memberikan nafas bantuan antara mulut ke mulut dan memompa jantung (CPR).

“Namun sayang, dia merasa WNA Lousi sudah tidak bernyawa, lalu dengan segara dia langsung mengabari pemilik resort atas kejadian tersebut,” jelasnya.

Mendengar kejadian tersebut, sekitar pukul 21.30 Wita, personil Polsek Una Una, Koramil Una Una dan tenaga medis Rumah Sakit Wakai berangkat dari pelabuhan Wakai menuju di Desa Binanguna.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak RS Wakai dan Pemerintah Kecamatan Una Una serta pemilik resort, anggota kami membawa mayat WNA Louis ke Rumah Sakit Wakai dengan menggunakan speedboat,” lanjutnya.

Resort Dive Pristine Desa Binanguna merupakan kunjungan yang kedua kalinya oleh korban.

Tercatat, pertama pada tanggal 11 sampai 23 Desember 2024 seorang diri dan kunjungan kedua mulai tanggal 9 hingga 23 Januari 2025 mendatang.

“Belum diketahui dengan pasti apa penyebab kematian WNA tersebut. Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi Banggai dan Rumah Sakit setempat guna keperluan visum atau autopsi,” tutupnya.

Komentar